jump to navigation

Dasar-dasar fotografi February 4, 2012

Posted by admin in : Fotografi , trackback

Fotografi (bahasa inggris Photography) berasal dari dua kata dari bahasa yunani yaitu Photos (Cahaya) dan Grafo (Melukis/Menulis), jadi kalau digabung berarti kurang lebih melukis/menulis dengan cahaya. Secara umum fotografi berarti proses untuk menghasilkan gambar dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut menggunakan sebuah media hitam pekat. Dalam dunia fotografi, alat yang digunakan adalah sebuah kamera.

Jadi jikalau pelukis cat air menggunakan kanvas dan cat air untuk melukis sebuah obyek, maka seorang fotografer menggunakan film/media pekat dan kamera untuk melukis/merekam sebuah obyek ke dalam sebuah Foto. Jadi tanpa cahaya maka tidak ada foto yg dihasilkan, hitam semua. Perkembangan dari media pekat yang digunakan berevolusi dari foto hitam putih menjadi foto full color yang siap dicetak. Berkembang pula dari era analog ke era digital dengan ditandai dengan perkembangan komputer yang demikian pesat.

Ya, tidak bisa dipungkiri perkembangan komputer ikut mempengaruhi perkembangan alat-alat elektronik dan manual lainnya. Alat-alat semakin canggih dan pintar dengan dibenamkannya prosesor-prosesor berkekuatan dan kecepatan tinggi, ditambah dengan media penyimpan data digital yang semakin besar. Kita sekarang mengenal era kamera DSLR (Digital Single Lens Vertex), dimana harga kamera DSLR semakin murah mendekati harga Kamera poket atau kamera digital. Dari anak kecil sampai dewasa sudah terbiasa menenteng kamera DSLR.

Tapi sebenarnya kamera seperti halnya kuas adalah sebuah alat. Bukan berarti kamera semakin canggih maka anda dengan otomatis bisa menghasilkan foto lebih bagus. Demikian pula kamera yang spesifikasinya dibawah kamera lain, bukan berarti pula anda otomatis tidak bisa menghasilkan foto yang bagus. Seorang fotografer adalah seorang seniman, kamera adalah alatnya, hasil foto/karya sangat tergantung dengan skill, bakat dan kreatifitas dari seniman foto tersebut. Bahkan dengan kamera handphone sekalipun di tangan seorang maestro foto akan menghasilkan foto yang menakjubkan.

Secara teknis pengambilan foto maka terdapat tiga poin dasar, yaitu

  1. ISO/ASA (ISO Speed)
    Kecepatan film adalah istilah dalam fotografi untuk mengukur tingkat kesensitivitas atau kepekaan film foto terhadap cahaya. Film dengan kepekaan rendah (memiliki angka ISO rendah) membutuhkan sorotan (Inggris: exposure) yang lebih lama sehingga disebut slow film, sedangkan film dengan kepekaan tinggi (memiliki angka ISO tinggi) membutuhkan exposure yang singkat. Dalam dunia digital maka ISO digantikan dengan Digital ISO. Jika cahaya berlebih siang hari maka dibutuhkan ISO rendah, sedangkan pada malam hari dibutuhkan ISO tinggi.
  2. Aperture (Diafragma)
    Merupakan komponen dari lensa yang mengatur intensitas cahaya yang masuk ke kamera, biasanya berbentuk lubang lingkaran atau segi tertentu. Aperture memberikan efek deep of field, yaitu area/bidang tajam pada foto. Pada aperture besar (Ditandai dengan nilai kecil seperti 1.8) maka akan dihasilkan bokeh pada bidang di depan dan di belakang titik fokus. Sedangkan pada aperture kecil (ditandai dengan nilai besar seperti 22) akan memberikan semua detail dari bidang di foto. Aperture juga mempengaruhi Speed.
  3. Speed (Kecepatan Rana)
    Adalah berapa lama kamera mendapat paparan sinar yang akan diteruskan ke film digital.

Penguasaan terhadap 3 poin dasar fotografi ini akan menjadi dasar yang bagus untuk pengembangan teknik fotografi Anda. Sebenarnya tidak ada foto yang salah, namun mungkin untuk menghasilkan foto seperti imajinasi Anda, maka diperlukan teknik fotografi yang baik mengenai 3 poin dasar ini.

Contoh ketika anda memoto obyek bergerak pada malam hari maka, speed yang cukup harus disesuaikan supaya obyek tidak blur. Speed sendiri dipengaruhi oleh aperture dan ISO. Walaupun kita bisa menggunakan ISO tinggi pada malam hari, perlu diingat keterbatasan media kamera anda, karena ISO tinggi sangat besar menghasilkan noise di hasil foto. Noise berupa titik-titik merah atau titik-titik yang tidak mulus menggambarkan obyek.

Jika anda ingin memoto portrait, biasanya orang menginginkan efek bokeh, yaitu ketajaman pada obyek portrait, sedangkan pemandangannya blur. Maka anda memerlukan aperture yang besar sesuai dengan jarak obyek dengan latar belakang. Ketika memoto pemandangan, tentunya anda menginginkan detail seluruh pemandangan tanpa ada bokeh, maka diperlukan aperture yang kecil.

Membaca artikel tentang dasar-dasar fotografi ini tidak akan menjadikan anda sebagai fotografer yang hebat, tapi mulai mencoba mengoperasikan dan menghasilkan foto akan semakin mengasah kemampuan fotografi Anda. Jangan takut mencoba karena relatif murah karena menggunakan media digital. Fotografi menggunakan kamera selalu berhubungan dengan 3 poin dasar di atas. Pada kamera poket maka 3 poin ini diatur secara otomatis oleh kamera, jadi hasil foto akan dibuat ke pengaturan terbaik menurut algoritma kamera tersebut.

Pada kamera DSLR juga terdapat pengaturan otomatis (AUTO) dan P, namun ada baiknya Anda mulai bermain di A (Aperture) dan S (Speed), pilih yang sesuai dengan tipikal Anda. Kadang si A lebih suka main di mode S, dan ketika main di mode A tidak bisa menghasilkan hasil foto yang bagus. Dan mode terakhir yang cocok untuk eksperimen adalah mode Manual (M), dimana setting Aperture dan Speed bisa anda ubah sesuka hati. Tentunya hasil foto menjadi tidak natural lagi.

Ketiga poin dasar fotografi itu ujung-ujungnya adalah tentang Exposure, yaitu jumlah cahaya yang Anda masukkan ke dalam kamera. ISO, Aperture dan Speed mengatur exposure. Bereksperimenlah terus dengan ketiga hal ini, sampai Anda memahami fungsi dari ketiga poin dasar ini. Foto-foto dramastis dihasilkan dari pengaturan exposure tertentu, sedangkan foto biasa/natural dihasilkan dari exposure 0. Agak susah dijelaskan, mulailah berlatih dan memahami.

Sekedar informasi kami juga memiliki paket belajar fotografi mulai dari ebook hingga video training dari pakar-pakar atau orang yang menggeluti dunia fotografi, silahkan cek di Katalog

Comments»

1. robot forex - April 5, 2012

cara untuk memilih kamera yang benar bagaimana?